Posted on Leave a comment

Mengenal Pupuk dan Jenis-Jenisnya

Mengenal Pupuk dan Jenis-Jenisnya
Pupuk adalah semua bahan yang ditambahkan ke media tanam dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara pada tanaman. Sehingga tanaman dapat melakukan produksi dengan baik. Pupuk dapat berasal dari bahan organik maupun non-organik.
Pemberian pupuk harus diperhatikan, karena jika terlalu sedikit atau terlalu banyak pupuk yang diberikan dapat mengganggu dan menghambat tumbuh kembang tanaman. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan pembenaman pupuk ke dalam tanah atau disemprot ke daun (Pupuk yang disemprotkan ke daun adalah pupuk cair). Pemberian pupuk cair ke daun dapat mengefektifkan penyerapan hara.
Mengenal Pupuk dan Jenis-Jenisnya

Jenis-Jenis Pupuk

Pupuk dapat dibedakan berdasar bentuk fisik, kandungannya dan berdasar sumber bahan pupuk.
Berdasar bentuk fisik pupuk dapat dibedakan menjadi  pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat yaitu pupuk yang memiliki bentuk fisik padatan. Pupuk pada dibedakan lagi menjadi  onggokan, remahan, butiran, dan kristal. Sedangkan pupuk cair merupakan pupuk yang memiliki bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padat biasanya diberikan ke tanah dengan cara dibenamkan dan pupuk cair diberikan dengan cara disemprot langsung ke tanaman.
Pupuk berdasarkan kandungannya dibedakan ke dalam pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Perbedaan kedua jenis pupuk ini yaitu pada unsur yang ada di dalamnya. Untuk pupuk tunggal memiliki kandungan sebanyak satu unsur saja. Sebaliknya pupuk majemuk setidaknya mengandung dua unsur yang terdapat di dalamnya.
Namun secara umum jika sesorang berpikiran tentang jenis pupuk maka akan terlintas pupuk organik dan pupuk non organik. Ini adalah pengelompokan jenis pupuk berdasar sumber bahannya.

1. Pupuk Anorganik (Pupuk Kimia)

Pupuk anorganik dapat memberi nutrisi yang dapat langsung terlarut ke dalam tanah. Sehingga siap diserap tumbuhan tanpa adanya proses pelapukan. Berbeda dengan pupuk organik yang melepaskan nutrisi ke tanaman melalui proses pelapukan dalam waktu yang lama.
Unsur utama pada pupuk anorganik yaitu NPK (Nitrogen, Phospor, dan Kalium). Biasanya pupuk anorganik dibuat dalam skala pabrik dengan konsentrasi kandungan NPK tertentu. Konsentrasi kandungan NPK dalam pupuk dapat dilihat dalam kemasan.
Kandungan NPK pada  pupuk anorganik siap utnuk diserap tanaman mencapai 64%. Ini tentu sangat tinggi dibandingkan pupuk organik. Pupuk organik dapat menyediakan nutrisi NPK di bawah 1% dari berat pupuk yang diberikan. Sehingga pupuk organik yang diberikan pada tanaman dalam jumlah lebih banyak.
Proses Pembuatan Pupuk Nitrogen
Pembuatan pupuk nitrogen yaitu menggunakan proses Haber. Proses Haber ditemukan pada tahun 1915. Proses Haber menggunakan gas alam sebagai sumber hidrogen dan nitrogen. Gas alam tersebut diambil dari udara pada temperatur dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis sehingga menghasilkan amonia.
Proses Pembuatan Pupuk Fosfat
Pembuatan pupuk phosfat adalah dengan proses Odda. Proses ini juga disebut dengan nitrofosfat. Prosesnya yaitu dengan melarutkan batuan yang mengandung kadar fosfor hingga 20% dilarutkan ke dalam asam nitrat. Selanjutnya akan menghasilkan asam fosfat dan kalsium nitrat. Bebatuan fosfat ini dapat juga diproses menjadi P2O5 dengan bantuan asam sulfat. Di dalam tungku listrik, mineral fosfat dapat direduksi menjadi fosfat murni, namun kelemahannya yaitu membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Proses Pembuatan Pupuk Kalium
Bahan pupuk kalium dapat berasal dari batuan yang mengandung kalium maupun dari dasar laut. Batuan yang mengandung kalium biasanya dalam bentuk kalium klorida. Dalam batuan tersebut tidak hanya mengandung kalium klorida namun juga mengandung mineral natrium klorida. Bebatuan dengan kandungan kalium ditambang dengan bantuan air panas kemudian larutan ini diuapkan dengan bantuan sinar matahari. Kemudian senyawa amina digunakan dalam memisahkan KCl dengan NaCl.

2. Pupuk organik

Pupuk organik adalah hasil penguraian (dekomposisi) bahan-bahan organik yang dirombak oleh mikroba. Hasil akhi dari perombakan ini akan menyediakan unsur hara bagi tanaman sehingga dapat melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Pupuk organik memiliki arti penting bagi tanah. Pupuk organik berperan sebagai penyangga sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas lahan.
Pupuk organik yang diberikan dengan dosis yang tepat dapat memperbaiki kualitas tanah dan ketersediaan air yang optimal. Kondisi yang seperti ini akan memperlancar serapan hara tanaman dan merangsang pertumbuhan akar.
Pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi merupakan pupuk padat yang banyak mengandung air. Pupuk ini digolongkan sebagai pupuk dingin. Pupuk dingin merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung secara

Jenis-Jenis Pupuk Organik

Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran, air kencing, amparan dan sisa pakan. Komposisi amparan mempengaruhi mutu dan harga pupuk kandang unggas, sebab makin banyak amparan mengakibatkan bahan padatan pada kotoran unggas semakin sedikit.
Pupuk kandang unggas lebih disarankan untuk tanaman berumur pendek, hal ini dikarenakan kotoran ungas lebih cepat bereaksi dan juga cepat habis. Sedangkan pupuk kandang ternak ruminansia atau sapi lebih disarankan untuk tanaman berumur panjang.  Alasannya yaitu walau reaksinya lambat namun mampu bertahan lebih lama.
Pupuk kandang baik diberikan untuk tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. Pupuk kandangdapat digunakan dalam usahatani yang intensif. Manfaat pupuk kandang memiliki jumlah besar untuk  bahan organik yang mudah lapuk dan kemudian masuk dalam tanah.

Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan bahan hijauan yang kemudian dibenamkan masuk ke dalam tanah. Tujuannya yaitu untuk memempertahankan dan meningkatkan kemampuan tanah untuk berproduksi.
Manfaat pupuk hijau :
1) menyediakan bahan organik tanah,
2) Memberi tambahan unsur nitrogen ke tanah,
3) sebagai makanan mikroorganisme,
4) mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan bahan organik.
Sumber pupuk hijau yang baik yaitu berasal dari tanaman legume atau kacang-kacangan. Tanaman kacang-kacangan memiliki peran dalam menambat nitrogen. Pupuk hijau legume dalam jumlah 4 ton/ha dapat menyuplai sebanyak 80 – 100 kg N. Pupuk hijau juga dapat meningkatkan humus tanah.

Kompos

Kompos adalah proses pelapukan bahan organik segar menggunakan mikroorganisme. Ppengomposan dibedakan menjadi dua jenis yaitu pengomposan aerob (tidak menimbulkan bau busuk) dan dengan pelepasan energi sebanyak 484 – 674 kcal/mole glukosa. Panas yang ditimbulkan karena reaksi aerob ini dapat mencapai 65 – 70 C. Sebaliknya pengomposan anaerob atau tanpa oksigen biasanya menimbulkan bau busuk. Energi yang dilepas pada saat reaksi anaerob cukup kecil yaitu sekitar 26 kcal/mole glukosa.
Posted on Leave a comment

Cara Membuat Pupuk Kandang

Cara Membuat Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan ternak. Pupuk kandang diberikan pada tanah/sawah untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Sebenarnya manfaat utama dari pupuk kandang yaitu untuk mempertahankan struktur fisik tanah sehingga membuat akar dapat tumbuh baik. Selain itu pupuk kandang juga menyediakan beragam unsur hara seperti nitrogen, magnesium, kalium, kalsium, dll. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam (pupuk kandang ayam) memiliki kandungan fosfor lebih tinggi. Kualitas tiap pupuk kandang berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh jenis  hewan dan juga makanan apa yang dikonsumsi hewan tersebut.

Bagi petani usaha mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah adalah hal yang sangat penting. Namun disi lain petani juga menginginkan cara yang lebih ekonomis. Pupuk kandang dapat digunakan sebagai salah satu langkah mengatasi masalah tersebut. Penggunaan pupuk kandang memiliki harga relatif lebih murah. Selain itu, pupuk jenis ini tersedia di lingkungan sekitar.

Cara Membuat Pupuk Kandang

Macam-macam jenis pupuk kandang

Pupuk kandang dapat berupa pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat bisa didapat dari kotorannya sedangkan untuk pupuk bentuk cair biasanya berasal dari air kencing hewan. Ada beberapa pupuk kandang yang sering digunakan oleh masyarakat yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam, kotoran kambing dan air kencing ternak.

1. Kotoran sapi
Pupuk kandang sapi memiliki serat dan lignin yang tinggi. Untuk dapat digunakan, maka kotoran sapi terlebih dahulu dikomposkan atau didekomposisi menggunakan bantuan mikroorganisme. Pupuk kandang sapi yang baik digunakan adalah yang sudah dikomposkan sehingga memiliki warna hitam, tekstur gembur, tidak lengket, suhu dingin dan juga tidak berbau.

2. Kotoran kambing

Kotoran kambing memiliki bentuk butiran bulat. Dalam pemanfaatannya sebaiknya kotoran kambing dianjurkan dikomposkan terlebih dahulu. Kotoran kambing yang sudah matang memiliki suhunya dingin, sudah kering dan relatif sudah tidak bau. Kotoran kambing mengandung unsur K lebih tinggi dibanding pupuk kandang jenis lain. Pupuk kandang kambing baik untuk diberikan pada saat pemupukan kedua atau pada waktu muncul bunga dan buah.

3. Kotoran ayam

Kotoran ayam memiliki reaksi cepat, sehingga cocok dengan karakter sayuran daun yang memiliki siklus tanam pendek. Pupuk kandang ayam mengandung unsur N yang relatif tinggi.Unsur N pada kotoran ayam dapat diserap tumbuhan secara langsung. Kotoran ayam rentan membawa bibit penyakit terutama bakteri jenis Salmonella. Sehingga penggunaan pupuk kandang ayam harus digunakan secara hati-hati dan sesuai kebutuhan. Kekhawatiran lain yaitu penggunaan obat-obatan dan hormon pada peternakan ayam. Ini mungkin tidak disukai oleh petani organik, karena takut terkontaminasi zat-zat tersebut.

4. Air kencing (urine)

Bagian hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk selain kotorannya yaitu urin atau kencing. Urin mengandung kadar nitrogen tinggi. Namun selain itu, adap pula unsur lain seperti sulfur dan pospat.
Urine hewan ternak yang sering digunakan untuk pupuk cair yaitu urine sapi dan kelinci.

 

Cara membuat pupuk kandang

Sebelum kotoran ternak menjadi pupuk kandang sebaiknya dilakukan pengomposan (dekomposisi). Pengomposan berguna untuk menguraikan bahan organik dalam kotoran, menjadi sumber-sumber hara yang stabil dan dapat diserap oleh tanaman. Proses pengomposan akan menghasilkan produk samping berupa energi panas. Panas tersbut juga berguna untuk mematikan bibit penyakit dan biji-bijian gulma. Pupuk kandang yang sudah dikomposkan akan relatif lebih aman digunakan.

Fungsi pengomposan yang selanjutnya yaitu untuk meningkatkan kadar unsur hara makro. Hal ini dikarenakan zat hara yang terkandung dalam kotoran diuraikan menjadi bentuk sederhana yang mudah diserap tanaman.

Pengomposan pupuk kandang lebih efektif jika menggunakan bantuan mikrooganisme (mikroorganisme yang biasa digunakan yaitu EM4). Kebanyakan peternak hanya membiarkan kotoran ternak menumpuk dan kemudian menjadi pupuk kandang.

Berikut adalah cara pembuatan pupuk kandang,

  • Kumpulkanlah kotoran ternak yang masih segar setiap harinya
  • Kemudian simpan dalam lubang serta ditimbun dan diberi penutup untuk menghindari sinar matahari secara langsung.
  • Biarkan kotoran ternak mengalami proses fermentasi
  • Untuk mempecepat proses fermentasi dapat menggunakan inokulan mikroorganisme efektif EM4.
  • Untuk pupuk kandang yang sudah matang yaitu yang sudah berwarna hitam dan relatif tidak berbau.

 

Penggunaan Pupuk Kandang 

Pupuk kandang menyediakan unsur hara makro terutama  unutk unsur nitrogen. Unsur nitrogen berbentuk nitrat. Ini adalah unsur yang dapat diserap tanaman. Pupuk kandang dapat digunakan di lahan kering  dengan ditebarkan di atas tanah, dicampur pada saat pengolahan tanah, atau diberikan ke lubang tanam. Untuk tanaman sayuran dapat diberikan ke lahan dalam dosis 20-75 ton per ha. Sedangkan untuk tanaman pangan lebih sedikit. Pemberian pupuk kandang tidak efektif pada musim tanam pertama, namun akan memberikan hasil yang signifikan setelah diberikan pada musim selanjutnya.

Pupuk kandang dari kotoran unggas relatis memberikan hasil lebih cepat dibanding kotoran sapi dan kambing. Hal ini dikarenakan unsur hara pada pupuk kandang ayam sudahtersedia dalam bentuk yang langsung dapat diserap tanaman. Sedangakn untuk kotoran sapi dan kambing memerlukan proses penguraian untuk dapat diserap tanaman.

Posted on Leave a comment

Belajar Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Hirdoponik merupakan salah satu efek kemajuan dalam bidang teknologi dan pengetahuan. Saat ini petani dituntut untuk akrab dengan inovasi. Petani yang tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal.
Hidroponik adalah cara bercocok tanam dengan media tanam selain tanah. Media lain yang dapat digunakan untuk teknologi ini yaitu rockwool, vermikulit, kerikil, pasir, sabut kelapa, sisa kayu hasil gergajian  maupun busa. Sehingga dengan adanya hidroponik diharapkan dapat mengatasi masalah lahan yang semakin sempit.
Cara Menanam Hidroponik

Sejarah dan Awal Mula Hidroponik

Secara etimologi hidroponik (Dalam bahasa inggris hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu gabungan dari hydro yang mengandung arti air dan ponos yaitu daya. Hidroponik memiliki sebutan soilless culture (budidaya tanaman tanpa tanah). Dapat disimpulkan bahwa  hidroponik merupakan budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai medianya.
Konsep pertanian hidroponik (tanpa tanah) sudah ada sejak ribuan tahun. Salah satu contoh awal cara hidroponik yaitu Kebun gantung di Babilonia. Para ilmuwan mulai bereksperimen dengan berkebun hidroponik (tanpa tanah) sekitar tahun 1950. Sejak itu kemudian negara-negara lain, seperti Belanda, Jerman, dan Australia telah menggunakan hidroponik untuk produksi tanaman dengan hasil yang luar biasa.
Keuntungan Menggunakan Hidroponik
Hidroponik ini ternyata memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pertanian menggunakan tanah. Tingkat pertumbuhan tanaman hidroponik dapat mencapai 30-50 persen lebih cepat dibandingkan pertanian biasa (pertanian menggunakan),  dengan catatan tumbuh di kondisi yang sama. Hasil tanaman hidroponik lebih besar.
Para ilmuwan percaya bahwa terdapat beberapa alasan yang mempengaruhi perbedaan yang signifikan antara tanaman hidroponik dan media tanah. Pada tanaman hidroponik akan mendapat oksigen ekstra. OKsigen ini dapat membantu merangsang pertumbuhan akar. Tanaman yang memiliki ketersediaan oksigen dalam sistem akar dapat menyerap nutrisi lebih cepat.
Nutrisi pada pertanian sistem hidroponik dicampur dengan air. Kemdian air yang bercampur nutrisi tersebut dikirim langsung ke sistem akar. Tanaman hidroponik tidak harus mencari nutrisi dalam tanah. Tanaman hidroponik juga memiliki lebih sedikit masalah hama, fungi dan penyakit. Secara umum, tanaman ditanam secara hidroponik adalah sehat.
Bercocok tanam hidroponik juga memiliki manfaat bagi lingkungan. Bertanam hidroponik juga menggunakan lebih sedikit air dibanding dengan pertanian biasa. Hal ini dikarenakan air yang digunakan akan selalu digunakan. Keunggulan lainnya yaitu menggunakan lebih sedikit pestisida untuk tanaman hidroponik. Sejak sistem berkebun hidroponik tidak menggunakan tanah lapisan atas, erosi tanah lapisan atas menjadi tidak masalah.
Media Tumbuh Dalam Hidroponik
Tujuan dari media tumbuh adalah untuk aerasi (pengaturan udara) dan mendukung sistem akar tanaman serta menyalurkan air dan nutrisi. Ada banyak media yang dapat digunakan di pertanaman hidroponik, dan pastinya memiliki kelebihan masing-masing untuk jenis-jenis sistem hidroponik.
Media Hydrocorn dapat bekerja dengan baik dalam sistem hidroponik tipe pasang surut. Hydrocorn adalah agregat tanah liat. Ini adalah jenis ringan dan sejuk untuk media tumbuh hidroponik yang memungkinkan banyak oksigen untuk menembus sistem perakaran tanaman. Jenis media tumbuh ini dapat digunakan kembali. Media tumbuh jenis Hidrocorn tergolong sangat stabil dan jarang mempengaruhi pH dari larutan nutrisi.
Rockwool adalah media tumbuh hidroponik yang sangat populer. Rockwool awalnya digunakan dalam konstruksi sebagai isolasi. Rockwool dihasilkan dari batuan vulkanik dan batu kapur. Komponen-komponen ini meleleh pada suhu 2500 derajat. Bahan rockwool cair dituangkan melalui silinder berputar, kemudian ditekan menjadi lembaran, blok atau batu. Rockwool dapat menyimpan 10-14 kali lebih banyak air tanah dan mempertahankan 20 persen udara. Sehingga dengan alasan iniah rockwool dapat digunakan hampir semua sistem hidroponik. Namun harus berhati-hati, karena pH dari rockwool yaitu 7,8 dan dapat meningkatkan pH larutan nutrisi. Rockwool tidak dapat digunakan ulang dan paling hanyabisa digunakan sebanyak satu kali.
Media tumbuh yang biasa digunakan adalah perlit, vermikulit dan pasir. Ketiga media ini  tergolong stabil dan jarang mempengaruhi pH dari larutan nutrisi. Walau begitu, mereka cenderung untuk menahan kelembaban terlalu banyak dan harus digunakan dengan tanaman yang toleran terhadap kondisi ini. Perlite, vermikulit dan pasir adalah pilihan yang sangat murah, meskipun begitu mereka bukanlah media tumbuh yang paling efektif.

Pupuk Dan Pemberian Nutrisi Tanaman

Pada dasarnya, pemberian nutrisi atau pupuk pada sistem hdroponik sama dengan sistem pertanian biasa. Namun pada sistem hidroponik, pemupukan diberikan menggunakan larutan nutrisi. Nutrisi yang diberikan sebenarnya sama dengan pertanian dengan tanah. Pupuk yang digunakan dalam pertanian hidroponik biasa dikenal nutrisi AB Mix, dan dapat dibeli di toko pertanian. Nutrisi terpisah menjadi dua wadah yang berbeda.
Kebanyakan dari nutrisi yang dijual adalah konsentrasi tinggi, jadi untuk 2-4 sendok teh dapat digunakan untuk per galon air. Nutrisi untuk hidroponik biasanya lebih mahal. Berbeda dengan pupuk biasa yaitu pupuk untuk hidroponik memiliki kemampuan cepat dan benar-benar larut ke larutan.
pH Air Untuk Nutrisi Hidroponik
Dalam sistem hidroponik, kondisi pH harus diperhatikan. Kebanyakan tanaman dapat tumbuh hidroponik dalam kisaran pH 5,8-6,8. Pada pH 6,3 dianggap optimal untuk kebanyakan tanaman. Untungnya, pengukuran pH pada larutan nutrien lebih mudah dibanding dengan pH tanah. pH harus diperiksa setiap seminggu sekali. Jika pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tanaman tidak akan mampu menyerap nutrisi tertentu dan akan menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi. Untuk mengukur pH yaitu dengan pH meter.

Sistem Hidroponik

Hidroponik secara umum terbagi menjadi 2 jenis yaitu hidroponik aktif dan hidroponik pasif. Perbedaannya yaitu pada air yang mengalir dan tidak. Sistem hidroponik aktif memiliki air yang mengalir, sedangkan pada hidroponik pasif menggunakan kapilaritas air. Sistem hidroponik pasif biasanya akan memiliki kondisi yang terlalu basah dan tidak cukup oksigen yang tersedia.
Seperti tanah, sistem hidroponik dapat dipupuk dengan nutrisi organik atau kimia. Sebuah sistem hidroponik organik jauh lebih banyak pekerjaan untuk mempertahankan. Senyawa organik memiliki kecenderungan untuk mengunci bersama dan menyebabkan pompa penyumbatan. Beberapa tukang kebun hidroponik hanya melengkapi kebun hidroponik dengan nutrisi organik, menggunakan nutrisi kimia sebagai pasokan makanan utama. Hal ini memberikan tanaman pasokan yang stabil dari nutrisi tanpa pemeliharaan yang tinggi sistem hidroponik organik.
Wick System (Sistem sumbu)
Sistem sumbu disebut sebagai sistem hidroponik yang paling sederhana. Sistem Wick digambarkan sebagai sistem pasif, yang kita berarti tidak ada bagian yang bergerak. Dari reservoir bawah, larutan yang berisi nutrisi nutrisi disalurkan melalui sejumlah sumbu ke ke media tumbuh. Sistem ini dapat menggunakan berbagai media, perlit, tanah atau coco. Tiap media memiliki kelebihan dan kekurangan.
Water culture (Sistem budidaya air)
Sistem ini merupakan sistem aktif dengan terdapat bagian yang bergerak. Sebagai sistem hidroponik aktif, water culture juga termasuk yang paling sederhana. Akar tanaman benar-benar tenggelam ke dalam air yang mengandung larutan nutrisi. Pompa udara berfungsi untuk menyalurkan udara khususnya oksigen untuk pernafasan akar.
Catatan : Sangat sedikit tanaman selain selada yang dapat tumbuh baik dalam sistem jenis ini.
Ebb and Flow System (Sistem pasang surut)
Sistem hidroponik pasang surut bekerja dengan membanjir baki tumbuh dengan sementara waktu. Larutan nutrisi dari reservoir mengelilingi akar sebelum menguras kembali. Hal ini biasanya otomatis dengan pompa air yang diatur menggunakan timer.
Sistem drip (recovery or non-recovery)
Sistem dripp adalah metode hidroponik yang banyak digunakan. Sebuah timer akan mengontrol pompa air, yang memompa air dan larutan nutrisi melalui jaringan jet air yang tinggi. Sebuah sistem pemulihan akan mengumpulkan larutan nutrisi berlebih kembali ke dalam reservoir (penampung). Bisa juga tanpa pengumpulan kembali air yang telah digunakan. Hal ini untuk menghindari berubahnya pH larutan dalam bak penampung larutan nutrisi.
Sistem NFT (Nutrient Film Technique)
Sistem NFT (Nutrient Film Technique) adalah sistem hidroponik yang paling banyak dipikiran orang ketika ada yang menyebutkan hidroponik. Teknik ini menggunakan aliran nutrisi tanaman konstan (karena itu tidak ada waktu diperlukan). Larutan dipompa dari penampungan nutrisi ke dalam wada atau pipa. Pipa tidak memerlukan media tumbuh. Akar menyerap nutrisi dari larutan air yang bercampur nutrisi. Aliran yang disalurkan ke atas akan kembali ke bawah dan masuk kembali ke dalam penampung. Pompa dan listrik harus diperhatikan karena sangat penting untuk menghindari kegagalan sistem, di mana akar dapat mengering dengan cepat ketika aliran berhenti.
Sistem aeroponik
Sistem aeroponik terlihat menjadi metode teknologi yang tinggi dalam pertanaman hidroponik. Seperti sistem NFT media tumbuh terutama udara.
Akar menggantung di udara dan berkabut dengan larutan nutrisi. Membasahi akar biasanya dilakukan setiap beberapa menit. Akar akan mengering dengan cepat jika siklus gerimis terganggu.
Sebuah timer mengontrol pompa nutrisi seperti jenis lain dari sistem hidroponik, kecuali sistem aeroponik membutuhkan waktu siklus pendek yang berjalan pompa selama beberapa detik setiap beberapa menit.
Posted on Leave a comment

Cara Menanam Pohon Mangga Di Pekarangan Rumah

Cara Menanam Pohon Mangga

Kali ini kita akan membahas mengenai cara menanam pohon mangga yang bisa dilakukan di pekarangan rumah. Menumbuhkan pohon tentu saja bukan perkara yang tidak butuh waktu. Mulai dari memilih bibit yang baik, hingga perawatan sehari-hari untuk mencegah tanaman yang kecil itu roboh karena angin atau terinjak adalah hal yang wajib yang mesti dilakukan pemilik pohon. Ini bisa menjadi ide yang brilian sebab pohon mangga adalah jenis pohon berkambium yang nantinya bisa sangat rindang. Selain memberikan keteduhan di pekarangan rumah, pohon ini juga bisa memberikan buah mangga yang manis. Simak beberapa kiat mengenai cara menanam pohon istimewa ini.

Cara Menanam Pohon Mangga

Cara Menanam Pohon Mangga dengan Penggunaan Biji Mangga

Untuk langkah pertama mengenai cara menanam pohon mangga adalah pemilihan bibit mangga yang baik. Bibit ini pada dasarnya sering dikembangkan oleh penjual. Mungkin banyak yang jarang berpikir bahwa sebenarnya cukup menanam biji sudah bisa menumbuhkan pohon mangga. Cara ini tentunya akan lebih menghemat biaya. Sempatkan untuk menyisakan biji dari buah mangga yang sudah dikonsumsi. Keringkan biji tersebut lalu rendam beberapa saat. Selanjutnya taruh di kertas dan mulai keringkan lagi. Biji tersebut kemudian bisa langsung ditanam di tanah sambil rajin disirami supaya bisa menumbuhkan tanaman bibit. Luas tanah menjadi faktor penting pada cara menanam pohon mangga agar cepat berbuah. Penggunaan pupuk yang tepat juga penting untuk diperhatikan.

 

Cara Menanam Pohon Mangga di dalam Pot

 

Supaya lebih terjaga, ada cara menanam pohon mangga di dalam pot yang bisa dicoba. Cara ini tentunya lebih menjaga pohon supaya tidak jatuh terinjak atau pun rusak. Meski demikian, kelemahan menanam pohon mangga di dalam pot adalah keterbatasan ruang nutrisi untuk akar. Langkah yang diperlukan masih sama seperti cara di atas. Perbedaannya adalah, manakal biji tersebut sudah tumbuh menjadi cikal tanaman, maka bibit dipindah ke tanah langsung supaya akar bisa semakin menusuk ke dalam tanah mencari sumber nutrisi yang diperlukan, Cara merawat pohon mangga agar cepat berbuah juga tidak jauh dari proses pemeliharaan meliputi pemupukan, penyiraman dan pencegahan hama.

Kiat-kiat di atas adalah dasar mengenai teknik menanam pohon mangga di halaman rumah. Selalu perhatikan kondisi lingkungan pekarangan supaya pohon mangga bisa tumbuh dengan baik. Butuh beberapa tahun supaya pohon mangga bisa tumbuh besar dan berbuah. Kesabaran tentu akan menghasilkan buah yang sebanding. Jika ada cara menanam pohon mangga yang lebih baik, coba bagikan di sini siapa tahu bermanfaat.

Posted on Leave a comment

Tips Budidaya Cengkeh

Tips Budidaya Cengkeh
Pertama kali, tanah di lokasi tanam harus dicangkul/ digemburkan dan dibersihkan dari rumput ataupun gulma penganggu tanaman. Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 70 x 70 x 70 cm, apabila ingin menggunakan peneduh alami sebaiknya di taham 1 tahun sebelum penanaman cengkeh. Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan sejak bulan Juli-September, dan penutupan dilakukan pada bulan Oktober. Hal ini dilakukan agar tanah galian dan lubang tanam mendapat panas dalam waktu yang cukup lama, sehingga bebas jamurakar dan penyakit lain. Penutupan lubang dilakukan dengan mencampur pupuk kandang yang telah jadi kompos kira kira setengah karung serta TSP dengan tanah galian pada tiap lubang tanam. Penutupan sebaiknya agak meninggi dari permukaan lahan, dan biarkan selama 1 bulan. Buat lubang kecil sebesar polibag bibit cengkeh.Sebelum penanaman sebaiknya lubang tanam sebaiknya di semprot dengan insektisida ataupun obat obatan anti rayap lainya. Cara penanaman: -Penanaman dilakukan dengan membuka polibag bibit cengkeh, -Masukan bibit cenngkeh kedalam lubang penanaman,tanam dengan tegak, -Padatkan secara perlahan dekat pangkal bibit cengkeh. -Siram tanah disekeliling tanaman hingga lembab -Tancapkan 2 ajir di kanan dan kiri tanaman, pasang lintangan pendek dari bambu untuk menjepit tanaman, ikat pada kedua ajit disampingnya, ini dilakukan agar tanaman tegak dan tidak roboh. -Buat peneduh dari anyaman dari anyaman bambu di atasnya setinggi 1 m atau lebih sesuai bibit tanaman Setelah ditanam cengkeh harus dipupuk secara teratur, baik menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk buatan. Sehingga cengkeh dapat tumbuh dengan subur.pemupukan sebaiknya dilakukan 2x setahun,
Tips Budidaya Cengkeh

PEMELIHARAAN CENGKEH 

Pemeliharaan cengkeh pada 4 tahun pertama atau pada masa kritis pertama harus benar benar intensif. Setelah 3 bulan tanah berjarak 20 cm dari tanaman harus digemburkan dan dibersihkan rumput dan gulma penganggu. Kemudian diikuti dengan pemberian pupuk sekitar 30 gram tiap pohon dan siram secukupnya. Penggemburan berikutnya dilakukan pada awal musim hujan berikutnya dan dilakukan pemupukan ke2 dengan 3o gram npk. Apabila tanaman sudah menyentuh peneduh sebaiknya dilakukan pininggian dan perbaikan peneduh. Ketika musim kemarau tiba persiapkan mulch dari batang pisang yang dibelah jadi 2 dan taruh di sekeliling tanaman dengan rapat. Hal ini dimaksudkan agar tanah tetap dingin dan mengurangi penguapan. Bila kelembaban tanah mulai berkurang tanaman harus disiram menggunakan pompa air, siram benar benar basah supaya awet . setelah musim hujan tiba buka mulch dan jadikan kompos. Buka peneduh agar mendapat sinar matahari yang cukup, lakukan penggemburan tanah dan pemupukan tanaman kembali, perlakukan yang sama hingga cengkeh berumur 4 tahun.

PERAWATAN CENGKEH DEWASA 

Perawatan pada cengkeh yang sudah dewasa diutamakan pada penggemburan tanah, penyiangan gulma penganggu tanaman dan pemupukan. Penggemburan tanah dilakukan supaya peresapan zat zat hara yang dibutuhkan tanaman menjadi lancer, sirkulasi udara tanah dan peresapan air menjadi baik. Dengan pencangkulan akah sebagian ada yang terputus , tetapi akan cepat tumbuh kembali dan bertambah , sehingga makin cepat menyerap makanan yang akan mempercepat pertumbuhan daun dan cabang. Penggemburan tanah dilakukan 30 cm diluar tanaman agar tidak melukai akar yang besar, tetapi pencangkulan tidak boleh terlalu sering dilakukan. Pencangkulan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan sebelum dilakukan pemupukan dan sebelum musim kemarau.

PERBAIKAN TANAMAN SETELAH PANEN 

Setelah panen biasanya tanaman cengkeh kelihatan lesu dan merana, maka perlu dilakukan perbaikan tanaman. Perbaikan tanaman yang kurang sehat dapat dilakukan dengan penggemburan tanah, pengaturan drainase, ataupun pembuangan cabang air serta pemupukan. Apabila tanaman cengkeh kelihatan merana, daunya jarang dan cabangnya mulai kering, dan apabila tanaman yang seperti itu digali ternyata akar bagian bawah membusuk ,berarti tanaman tersebut telah menembus tanah lempung atau lapisan tanah yang berair. Untuk menolong cengkeh yang merana perlu dilakukan pengaturan drainase yaitu dengan membuat parit memanjang pada tiap sela baris tanaman. Lebar parit kurang lebih 60 cm dengan dam 1,2 m sampai bagian bawah. Dengan demikian air akan lancer dan tidak tertampung di dekat tanaman cengkeh. Pembuangan cabang air, cabang air biasanya tumbuh pada batang utama atau pada cabangnya dan sifatnya menjulang ke atas dengan cepatdan mengalahkan cabang tanaman. Cabang ini biasanya kalau sudah tinggi melentur kebawah, dan apabila terkena angin akan mudah patah. Tunas air dapat berbunga, tetapi sedikit dan mengurangi bunga pada cabang yang lain. Sehingga cabang ini sebaikna dipotong. Pemotongan juga dilakukan pada cabang yang kering. Cara pemotonganya harus merapat pada batang atau cabang utama dan jangan sampai melukai cabang utama

PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT PUCUK BUSUK

Pucuk biasanya terjadi pada tanaman masih muda yang dikarenakan luka pada tanaman. Pucuk busuk harus segera dipotong dan semprotkan fungisida

PENGGEREK BARANG

Hama ini biasanya menyerang cengkeh yang sudah berumur sekitar 7 tahun keatas, biasanya setelah pohon mulai berbunga. Cirinya cengkeh mengeluarkan cairan kotor . pohon cengkeh bisa mati karena serangan ini, Karena penyaluran zat hara dan air dapat terganggu. Pemberantasanya degan memasukan insektisida kedalam lubang dan menutup rapat dengan pasak bambu untuk mematikan hama penggerek didalam lubang. RAYAP Rayap biasanya menyerang pada tanaman cengkeh muda baru ditanam dan tanaman cengkeh yang kurang sehat..cara mengatasinya sebelum menanam diberi insektisida ataupun obat rayap lainya. Rayap biasanya menyerang kulit akar sampai leher akar apabila menyerang tanaman yang kurang sehat, taburkan furaden dibawahnya sampai tanaman pulih kembali…
Posted on Leave a comment

Cara Menanam Buah Naga Dengan Baik Supaya Cepat Berbuah

Cara Menanam Buah Naga

Buah naga adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia.

Berikut ini akan dibahas mengenai cara menanam buah naga dengan baik. Buah naga terkenal akan kandungan vitamin di dalamnya. Banyak khasiat dari buah naga yang sering dijadikan suplemen tambahan dan bahkan obat untuk beberapa sakit tertentu. Kandungan vitaminnya yang baik ini cukup mampu memenuhi kebutuhan vitamin tubuh. Memiliki pohon buah naga di kebun atau pun di pot tentu saja merupakan hal yang menarik. Simak beberapa kiat supaya tanaman buah naga bisa lekas berbuah dengan hasil yang memuaskan berikut ini.

Cara Menanam Buah Naga

Cara Menanam Buah Naga dengan Pemeliharaan yang Praktis

Kiat pertama tentang cara menanam buah naga yakni mengenai pemeliharaan tanaman buah naga. Selama belum masa panennya, penting untuk diperhatikan mengenai kesuburan tanaman ini. Hama dan beberapa penyakit yang biasanya muncul pada tanaman sering diakibatkan oleh kurang bersih atau nutrisi yang ada pada pupuk. Buah naga yang sulit untuk berbuah bisa diberikan jenis pupuk dengan kandungan unsur P yang lebih banyak daripada unsur N. Ini akan membantu buah supaya tercukupi nutrisinya dan merangsang pertumbuhan buah. Bibit buah naga yang baik juga menentukan bagaimana tanaman ini akan berbuah. Konsultasikan pada penjual mengenai jenis bibit yang baik sebelum ditanam.

Cara Menanam Buah Naga supaya Tumbuh Lebih Tinggi

Tanaman buah naga juga acapkali tumbuh dengan tinggi yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi ini, maka dibutuhkan unsur N lebih banyak pada pupuk. Unsur N bisa membuat tanaman tumbuh lebih tinggi. Cara menanam buah naga ini sebetulnya disarankan untuk mereka yang kurang begitu paham tentang pemeliharaan tanaman. Pada intinya, pengaturan kadar pupuk bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pemangkasan cabang juga diperlukan sebagai salah satu cara menanam buah naga yang baik supaya tidak banyak cabang kering yang justru mengundang hama.

Jadi, bagaimana? Kini sudah tahu ‘kan beberapa kiat praktis untuk merawat dan memelihara tanaman buah naga. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengaturan pupuk, penyiraman serta pemangkasan cabang merupakan dasar perawatan tanaman buah naga yang cukup penting untuk dilakukan. Jadikan pemeliharaan tanaman sebagai salah satu hobi yang bisa dipakai untuk mengisi waktu senggang. Tentunya, saat masa panen nanti tiba, buah naga yang ranum bisa dijadikan pelengkap sup buah yang manis dan segar. Bagikan kiatmu tentang cara menanam buah naga supaya bisa menjadi tambahan inspirasi di posting kali ini.

Posted on Leave a comment

Cara Menanam Tomat Menggunakan Polybag

Cara Menanam Tomat Menggunakan Polybag

Hampir setiap hari kita menemui makanan dengan tomat didalamnya. Apalagi tomat ini juga menjadi bahan dalam pembuatan sambal. Ada dua jenis tomat yaitu tomat buah dan tomat sayur.

Tanaman tomat memiliki nama latin Lycopersicon esculentum L. Tanaman tomat berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Syarat tumbuh ideal bagi tempat tumbuh tomat yaitu suhu 20-27 derajat celcius, curah hujan sekitar 750-1250 mm per tahun. Untuk ketinggian tempatnya, tanaman tomat dapat tumbuh normal di ketinggian kisaran 0-1500 mdpl.

Tomat ini termasuk kedalam jenis sayur dan buah-buahan. Sebelum membudidayakanya sebaiknya Anda mengetahui jenis varietas pada tanaman tomat. Sampai saat ini terdapat 400 jenis varietas unggul. Tiap-tiap vairetas umumnya memiliki kecocokoan tempat yang bereda-beda.

Umumnya tomat dibedakan dengan melihat bentuk buahnya. Ada empat golongan tomat yang ada di pasaran yaitu tomat buah/granola (bentuknya bulat dengan pangkal mendatar), tomat gondol (bentuknya lonjong biasa digunakan sebagai bahan baku saus), tomat sayur (teskturnya keras rasanya sedikit kecut), tomat cherry (bentuknya kecil rasanya manis kecut).

Untuk tomat yang Anda tanamam memiliki hasil yang maksimal, gunakan benih unggul dan terpercaya. Benih tomat tersebut dapat dibeli pada toko-toko pertanian. Biasanya di dalam kemasan terdapat keterangan mengenai sifat tanaman tersebut.

Cara Menanam Tomat Menggunakan Polybag

Cara Menanam Tomat Menggunakan Polybag

1. Penyemaian
Sebelum di tanam di polibag besar sebaiknya benih tomat disemai terlebih dahulu. Manfaat persemaian yaitu a) memberikan pertumbuhan yang maksimal, b) pemeliharaan yang optimal, c) memudahkan tanaman untuk beradaptasi, dan d) persemaian untuk mengganti tanaman lain yang mati.

Untuk melakukan persemaian benih tomat, kita bisa menggunakan polybag semai. Namun sebenarnya Anda bisa menggunakan rak persemaian atau bedengan. Gunakan cara persemaian yang menurut anda lebih mudah.

Pada proses persemaian, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari dengan gembor dengan semprotan yang halus. Sebaiknya lakukan penyiraman dengan berhati-hatilah, jangan sampai merusak persemaian.

Pupuk bisa diberikan setelah dua minggu menggunakan pupuk cair organik, pupuk kompos maupun NPK. Jika pada persemaian terdapat gulma yang tumbuh sebaiknya dicabut agar tidak menganggu bibit tomat. Bibit tomat yang siap dipindahkan ke polybag besar yaitu setelah 30 hari atau memiliki 4-5 helai daun.

2. Pemindahan bibit ke polybag besar

Siapkan media tanam terlebih dahulu. Media yang dibutuhkan yaitu tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Cara pemindahan bibit tomat yaitu dengan menyertakan tanah yang menempel di bagian akar. Ingat, usahakan jangan sampai rusak. Kemudian masukkan ke polybag secara tegak lurus dengan lubang. Sesuaikan kedalaman lubang dengan tinggi tanaman.

3. Pemeliharaan dan perawatan

Tanaman tomat yang Anda tanam di dalam polybag juga butuh perawatan. Hal ini relatif mudah dilakukan. Kondisi media tanam perlu dijaga agar tidak terlalu kering. Lakukan penyiraman 2 kali sehari, jangan terlalu basah. Media tanam terlalu basah dapat membuat busuk akar.

Apabila terdapat gulma di sekitar tanaman lakukan penyiangan. Penyiangan gulma dilakykan secara teratur. Jika ada tanaman yang layu dan mati karena penyakit, maka segera di cabut dan dinbuang. Pemberian ajir perlu dilakukan sebagai penopang tanaman.

Pemupukan dilakukan setelah 1 minggu menggunakan kompos sebanyak satu genggam setiap polybag. Lakukan pemberian pupuk kompos setiap bulan. Pupuk tambahan juga diberikan ketika tanaman terlihat kurang subur. Apabila tanaman mulai berbuah ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair.

Karena hama dan peyakit tanaman tomat relatif banyak. Jika ada serangan hama, maka ambil hama tersebut secara menggunajan tangan. Kemudian buang daun maupun batang yang rusak karena hama. Penyemprotan perlu dilakukan apabila diperlukan.

4. Pemanenan

Tanaman yang kita tanam dalam polybag sudah bisa dipanen jika sudah berumur 3 bulan. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh varietas tomat itu sendiri. Buah tomat yang sudah siap dipanen yaitu memiliki warna kekuning-kuningan.

Pematangan pada buah tomat tidak serentak. Oleh karena itu lakukan pemetikan bertahap yaitu 2-3 hari sekali. Pemetikan sebaiknya dilakukan di pagi dan sore hari. Lakukan ketika sinar matahari tidak terlalu terik.

Posted on Leave a comment

Cara Menanam Cabe Rawit Menggunakan Polybag

Cara Menanam Cabe Rawit Menggunakan Polybag

Cabai rawit adalah salah satu tanaman hortikultura yang dimanfaatkan buahnya untuk keperluan bumbu dapur. Cabai rawit digunakan sebagai bumbu dapur, bahan penyedap berbagai macam masakan. Cabai biasa digunakan sebagai bahan sambal, saus, acar, lalap, asinan, dan produk makanan kaleng.

Dalam industri makanan, ekstrak bubuk cabai rawit digunakan sebagal pengganti lada. Seperti kita ketahui lada dan cabe memang  berperan untuk memberikan rasa pedas yang sekaligus meningkatkan selera makan, khususnya untuk kebanyakan orang Indonesia.

Sebagai bumbu berbagai masakan dan makanan, cabai segar dapat diproses menjadi saus cabai dan cabai segar giling. Dalam industri minuman, ekstrak bubuk cabai rawit digunakan dalam bahan baku pembuatan minuman ginger beer.

Selain itu, cabai rawit juga digunakan dalam pembuatan ramuan obat-obatan atau industri farmasi, industri kosmetika, industri pewama bahan makanan, bahan campuran untuk berbagai industri pengolahan makanan dan minuman. Cabai juga dapat digunakan sebagai sumber penghasil minyak asiri. Di bidang peternakan, ekstrak cabai rawit digunakan sebagai campuran makanan ternak. Cabai dapat diberikan untuk makanan burung ocehan, burung hias, dan juga  ayam. Yang membuat cabai terasa pedas di lidah adalah kandungan zat capcaisin. Zat capsaicin akan merangsang burung untuk berkicau dan merangsang ayam untuk segera bertelur.

Peluang bisnis dari cabai rawit tergolong cukup baik. Untuk pemasaran cabai rawit juga memiliki wilayah pemasaran yang cukup banyak. Ini tida terlepas karena penggunaannya yang cukup luas. Kebutuhan cabai rawit akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah industri pengolahan yang memerlukan cabai. Berbagai kelompok industri pengolahan makanan yang memerlukan cabai rawit untuk bahan baku utama atau tambahan.

Selain dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan industri pengolahan yang berbahan baku cabai, peningkatan permintaan terhadap suatu komoditas cabai rawit dipengaruhi oleh elastisitas pendapatan komoditas cabai.

Cara Menanam Cabe Rawit Menggunakan Polybag

 

Cara Menanam Cabe Rawit dalam Polybag

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir apbila harga cabe melonjak tinggi. Terutama pada saat menjelang hari-hari besar. Bahkan sebenarnya Anda berkesempatan untuk mengambil peluang tersebut. Cabai rawit dapat ditanam di halaman rumah. Anda dapat menanamnya dalam pot sederhana atau polybag.

Untuk melakukan budidaya cabe rawit, yang harus diketahui  adalah bagaimana sifat dan karakter cabe. Cara budidaya berbagai jenis cabe umumnya sama. Di dataran tinggi, tanama cabai tetap dapat berbuah, namun dengan priode penanaman dan panen yang sangat minim. Untuk kualitas cabe rawit yang di hasilkan juga berpengaruh. Biji yang di hasilkan dari cabe juga sedikit di banding di daerah yang di sukai. Akibatnya, jika menanam cabe di dataran tinggi memiliki bobotlebih ringan.

Berikut ini adalah tahapan menanam cabe rawit.

1. Mengetahui dan memilih tempat yang sesuai

Sebelum menanam cabe rawit sebaiknya mengetahui kondisi lingkungan agroklimat yang sesuai. Cabe rawit dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 300 sampai 2000 mdpl. Suhu yang ideal yaitu antara 24 sampai 27 derajat celcius. Kelembaban tanah yang dibutuhkan yaitu tidak terlalu tinggi. Sinar matahari yang dibutuhkan yaitu sepanjang hari (tinggi). Untuk tanahnya, tanaman cabai tumbuh baik dengan pH 5-7.

2. Penyemaian benih cabe rawit

Untuk menanam cabe rawit, sebaiknya dilakukan penyemaian benih terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar mudah dalam penyeleksian bibit cabe yang baik. Tempat persemaian dapat menggunakan polybag ukuran kecil, baki persemaian, atau bisa berupa petakan tanah.

  • Buatlah media semai dengan campuran kompos dan tanah degan perbandingan 2:1.
  • Masukan media semai ke dalam polybag kecil atau wadah lain yang ingin anda gunakan.
  • Sebelum benih cabe ditanam ke media semai sebaiknya direndam menggunaan air hangat selama 6 jam, ini berguna untuk merangsang pertumbuhan benih.
  • Benamkan benih ke dalam polybag kecil. Jangan sampai terlalu dalam namun juga jangan sampai kelihatan bijinya.
  • Jaga kelembaban dengan cara menyiramnya.
  • Bibit cabe yang sudah siap dipindah tanam yaitu yang berumur 30 hari atau sudah memiliki daun berjumlah 4 helai.

3. Penanaman / Pindah Tanam

Pindah tanam ini dilakukan di polybag besar. Jika Anda ingin menanamnya di sawah atau pekarangan juga bisa. Untuk ukuran polybag yang digunakan adalah 30 cm. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum penanaman sebaiknya didiamkan selama 14 hari. Setelah itu, barulah bibit cabe di tanam ke dalam polybag, pekarangan atau sawah.

4. Perawatan Cabai Rawit

Untuk menjaga tanaman dalam kondisi baik dan menghasilkan cabe rawit yang berkulaitas, maka perlu dilakukan perawatan. Perawatan yang dilakukan adalah penyiraman. Anda dapat menyiramnya dua kali sehari, atau disesuaikan. Sekiranya tanah tidak dalam kondisi kering maupun terlalu basah.

Pemupukan juga perlu dilakukan menggunakan pupuk organik, pupuk urea, pupuk TSP, dan pupuk KCL. Umumnya pupuk urea digunakan pada saat masa pertumbuhan seadngkankan pupuk TSP dan KCL diberikan pada saat mulai terjadi pembungaan. Namun Anda juga bisa hanya menggunakan pupuk organik saja. Namun hasilnya tentu berbeda dengan penggunaan pupuk kimia.

Beberapa hama yang menyerang cabae rawit yaitu tungau merah, kutu daun, dan thrips. Sedangkan untuk penyakit pada cabe rawit adalah daun keriting atau menguning. Maka sebaiknya berikan pestisida secara berkala.

5. Pemanenan Cabe Rawit

Buah cabe rawit akan siap diapnen ketika sudah berumur 2,5 bulan. Pemetikan dapat dilakukan di pagi hari.

Posted on Leave a comment

Panduan Singkat Budidaya Buah Durian

Panduan Singkat Budidaya Buah Durian

Jika anda berniat untuk membudidayakan buah durian baik jenis bawor, musang king, dan jenisnya lainnya, maka bisa simak penjelasan ringkas dibawah ini tentang Cara Budidaya Buah Durian

Panduan Singkat Budidaya Buah Durian

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman durian

 

Iklim

Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000 – 3500 mm/tahun dan minimal 1500 – 3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1 – 2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus. Intensitas matahari yang dibutuhkan durian adalah 60 – 80%. Durian yang baru ditanam di kebun tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.  Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20 – 30°C pada suhu 15°C durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35°C daun akan terbakar.

Tanah

Jenis tanaman durian menghendaki tanah yang subur dan kaya bahan organic. Partikel tanah seimbang antara pasir, tanah liat dan debu sehingga mudah membentuk remah. Tanah yang cocok untuk tanaman durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air tinggi. Dan keasaman tanah yang cucuk untuk durian adalah (pH) 5 – 7, dengan pH optimum 6 – 6,5. Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalaman cukup, antara 50 – 150 cm dan 150 – 200 cm. jika kedalaman air terlalu dangkal rasa buah tidak manis tetapi tanaman akan kekeringan apabila terlalu dangkal.

 

Ketinggian Tempat

 

Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang berbukit atau memiliki kemiringan yang cukup tinggi kurang baik disbanding dengan lahan yang datar.

 

Pembibitan



Bentuk fisik benih yang baik harus memiliki sifat-sifat genetic yang baik dan tidak mengandung penyakit, setelah didapat benih baru kita tentukan benih yang baik  dan sehat dengan cara pemilihan sebagai berikut:

  1. Bentuk, ukuran dan warnanya harus seragam, kalau benih itu bulat semuanya harus berbentuk bulat (tidak ada yang pipih atau lonjong), begitupun kalau kita pipih berarti harus semua pipih. Ukuran dan warna harus seragam, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.
  2. Permukaan benih harus bersih dan mengkilat. Tidak ada yang kotor atau keriput. Benih yang keriput pertanda dipetik pada saat buah belum cukup umur.
  3. Tidak tercampur dengan benih hampa dan macam-macam kotoran, seperti tanah, sisa kulit, biji rumput, dan sebagainya.
  4. Kadar air cukup rendah dan benih sudah mengalami masa simpan terlalu lama sampai kadaluwarsa.

Ciri benih yang baik yaitu dapat dilihat langsung pada saat akan dibeli. Benih yang baik memiliki daya tahan tubuh yang baik, cara memilihnya kita bisa melihat salah satu benih dengan cara mengupasnya kemudian lihat lembaga dan cadangan makanan yang cukup untuk menumbuhkan lembaga itu untuk menjadi tanaman muda. Namun ada juga benih yaung sudah dikemas, hal ini memang sulit untuk kita mengecek baik tidak nya benih tersebut, walaupun sudah memiliki jaminan sertifikat. Hal itu tidak menjamin benih bagus sepenuhnya.

Persaratan biji untuk bibit sebagai berikut:

  1. Asli dari induknya
  2. Segar dan sudah tua
  3. Tidak kisut
  4. Tidak terserang hama dan penyakit

Penyiapan Benih dan Bibit Perbanyakan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generative (dengan biji) atau vegetative (okulasi, penyusunan atau cangkok).

a. Pengadaan benih dengan cara generative

Memilih biji-biji yang murni dilakukan dengan mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yang menempel terlepas. Biji yang terpilih dikeringkan di tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tidak berkecambah atau rusak dan merosot daya tahan tubuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2 – 3 minggu sesudadh diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

b. Pengadaan bibit dengan cara okulasi

Persyaratan biji yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, system perakaran bagus dan produktif, biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8 – 10 bulan, dengan cara:

  1. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (± 1 cm). dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
  2. Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2 – 3 cm sehingga mirip lidah.
  3. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
  4. Sisipkan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak.  Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.Penyusuan

c. Penyusunan

  • Model tusuk atau susuk

Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju ke arah pucuk. Panjang belahan antara 1 – 1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yang runcing disisipkan ke belahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali raffia.

Selama masa penyusunan batang yang disatukan tidak boleh bergeser. Sehingga, tanaman batang bawah harus dusangga atau diikat pada tanaman induk (batabg tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup, biasanya, setelah 3 – 6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan. Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model susuk atau tusuk ini dapat lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yang  masih muda atau belum berkayu keras.

  • Model sayatan
  1. Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk yang sudah berbuah dan besarnya sama.
  2. Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama.
  3. Setelah kedua batang tersubut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.
  4. Setelah 2 – 3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama  beratri penyususan tersebut berhasil.
  5. Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong atau dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
  6. Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting atau cabang pohon durian dewasa.

d. Cangkokan

Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun, besr cabang tidak lebih besar dari ibu jari (diameter = 2 – 2,5), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, kalau pada musim kering kita harus menyiramnya secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut :

  1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari  dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
  2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sihingga kulitnya terlepas.
  3. Bersihkan lender dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
  4. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut gambut, mos).
  5. Jika menggunakan tanah, tambahkan puppuk kandang atau kompos denga perbandingan 1 : 1. Media cangkok dibungkus dengan plastic atau sabut kelapa, kemudian kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.
  6. Sekitar 2 – 5 bulan, akar akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam dikeranjang persemaian berisi media tanah yang subur.

Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

 

Bibit durian sebaik ditanamnya tidak ditanam langsung dilapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian, biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji dikecambahkan dulu sebelum ditanam dipersemaian atau langsung ditanam di polibag.

Caranya biji dideder di plastic atau anyaman bamboo, dengan media tanah dan pasir perbandingan 1 : 1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6 – 8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20 – 23 °C). biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup bagian calon akar tunggang menempel ke tanah, dan sebagian masih kelihatan  si atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan yang lainnya adalah 2 cm membujur dan 4 – 5 cm melintang.

Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dengan fungisida, kemudian kota sebelah atas ditutup pelatstik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2 – 3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsug masuk kedalam media yang panjangnya ± 3 – 5 cm. saat itu tutup plastic sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan dipersemaian pembesar atau polibag.

Pemindahan Bibit

Pemindahan Bibit

Bibit yang akan di pindahkan kelapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75 – 150 cm atau berumur 7 – 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua

Pengolahan Media Tanam

1. Persiapan

Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu atau jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.

2. Pembukaan Lahan

Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanam bibit berlangsung. Batu-batu  besar, alang-alang, poko-poko batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang dapat mengganggu pertumbuhan.

3. Pembentukan Bedeng

Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian campur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengab lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saaat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur atau bakteri pembusuk jamur.

Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh askarnya ditanam dengan jarak 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibutkan lubang tanam  sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4. Pengapuran

Keadaan tanaha yang kurang subur, seperti tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 – 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Pengapuran sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. 2 samapai 4 minggu sebelum pengapuran, sebainya tanah dipupuk dulu dan disiram 4 – 5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsure Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomite.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan Tanaman

 

1. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormone tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormone disemprotkan, bunga yang telah dibuahi  akan  tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buahyang ada.

2. Penyiangan

Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (± diameter 1 m dari pohon durian ).

3. Pemangkasan/perempelan

a. Akar daun

Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetative tanaman sampai 40% selama± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama.

Waktu pemotongan  akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan : kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

b. Peremajaan

Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan. Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin paraffin. Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapart diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah ± 1-1,5 m atau 2-2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah

c. Pembentukan tanaman yang terlanjur tua

Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukujp dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dngan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Denganb demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal.

4. Pemupukan

Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsure hara yang terkandung dalam tanah.

a. Cara memupuk

Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Swsudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan  kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

b. Jenis dan dosis pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun.

Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organic kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman. Tanaman durian yang telah berumur 3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20-25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya.

Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat berkisar antara 120-200 kg/pohon, menjelang durian berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga).

5. Pengairan dan Penyiraman

Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibi durian yang baru ditanam membvutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu. Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

6. Waktu penyemprotan pestisida

Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc/liter. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna. Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga. Untuk cendawan cukup melaburi batabg dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian ditaburi oleh fungisida tersebut.

7. Pemeliharaan Lain

Pemeliharaan zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikn unsure tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.

Hama dan Penyakit

Hama

Hama Durian

 

1. Penggerek buah (jawa:Gala-gala)

Hama jenis ini cukup merisaukan pemilik tanaman durian. Bagaimana tidak, mereka melihat batang tanamnya penuh dengan lubang bekas gerekan hama. Hama penggerek mula-mula meyerang kulit batang. Kemudian, ia membuat lubang ke arah bagian dalam sampai menembus jaringan kayu. Akibatnya pembuluh kayu dan pembuluh tapisdi dalam jaringan kayu mengalami gangguan dalam aktivitasnya mengangkut air beserta zat hara dari bawah (akar) ke atas (daun, ranting, dan bunga).

Karena tidak sempurnanya lalulintas pengangkutan air dan zat hara tersebut, suplai air dan zat hara ke seluruh bagian tanaman, termasuk ke daun pun terganggu. Padahal bagi tanaman, daun merupakan dapur untuk mengolah makanan yang dibutuhkan bagian tanaman lain. Efeknya, fungsi daun menjadi tidak normal, pertumbuhan tanaman terganggu, dan cabang atau ranting yang tergerek akan cepat menjadi kering dan mati karena rusaknya pembuluh kayu secara total.

Cara penanganan kerusakan tumbuhan akibat hama penggerek tersebut, sebaiknya pemilikk tanaman durian lebih teliti mengamati kondisi tanamannya. Jika terlihat ada cabang atau ranting yang berlubang bekas gerekan, cabang atau ranting tersebut harus segera dipotong dan larva penggerek harus dimatikan. Caranya dengan membelah bagian ranting yang digerek dan membunuh larva yang ditemukan itu. Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengumpulkan bagian cabang atau ranting berlubang tersebut lalu membakarnya.

Namun, bagaimana bila hama penggerek itu telah melubangi batang utama. Tentu saja kita dapat memotongnya. Tindakan yang perlu kita lakukan adalah dengan menyumbat lubang itu menggunakan kapas yang telah diberi insektisida. Akan tetapi, sebelumnya lubang itu telah dibersihkan.

Namun, bagaimana bila cabang atau bagian batang yang terserang berada pada ketinggian yang sulit dijangkau. Dalam keadaan seperti itu, cara termudah adalah dengan penginfusan insektisida sistemik. Dengan demikian, racun insektisida dapat disalurkan ke seluruh tubuh tanaman dengan jaringan yang ada.

Cara melakukannya adalah dengan melubangi batang dengan menggunakan bor dengan arah miring sedalam3-10 cm. Kemudian ke dalam lubang itu dimasukan selang kecil. Ujung selang lainnya di masukan ke dalam botol yang berisi insektisida. Botol insektisida itu diikat pada batang bagian atas lubang. Jangan lupa batang yang berlubang setelah dimasukkan selang agar diberi pengedap.

Namun demikian, penginfusan akan berbahaya bila waktunya tidak tepat. Penginfusan insektisida dapat mencemari buah yang akan dipanen. Untuk itu, pemberian insektisida secara infuse sebaiknya dihentikan selama satu bulan sebelum buah dipanen.

Untuk menghindari berbagai resiko tersebut, jalan terbaik adalah dengan melakukan penginfusan akar sejak tanaman mulai berguna. Setelah itu dapat dibantu dengan pembrongsongan pada saat buah pentil untuk mencegah buah dari serangan penggerek yang datang kemudian.

Ciri: Penggerek ini biasanya meletakkan telur pada kulit buah dan dilindungi oleh jarring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.

Penyebaran: Serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodic setiap menjelang musim kemarau.

Pengendalian: dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.

2. Lebah mini

Ciri:hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar.Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat(larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama ham tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjafdi lebah, serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.

Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/lier), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Ternik 106 (Aldikarl 10%).

3. Ulat penggerek bunga (Prays citry)

Ulat ini menyerang tanaman ytang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.

Ciri: ulat ini warna tubuhnya huijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.

Gejala: Kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan ta juk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat.

Penularan ke tanaman lain dilakukan olah kupu-kupu dari hama tersebut.
Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC , nuvacrom SWC. Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

4. Kutu loncat durian

Ciri: serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lili putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat  yang menyerang tanaman lamtoro.

Gejala: kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang bdaun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.

Pengendalian; daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.

Penyakit

Penyakit Durian

1. Phytopthora parasitica dan Pythium complectens

Penyebab: Pythium complectens, yang menyeranmg bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan. Penularan dan penyebab: penyakit ini menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organic yang tersangkut air.

Gejalanya: daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk.

Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi coklat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.

Pengendalian: (1) upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan; (2) pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar: (3) pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.

2. Kanker bercak

Penyebab: Phythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir atau bahan organic yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C. Gejala: kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas kr dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.

Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit (5) dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.

3. Jamur upas

Gejala: pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba  pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.

Pengendalian: (1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dilakukan dengan cara melumasi cabang yang terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM; (2) jika jamur sudah membentuk kereak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur;(3) dengan menyemprotkan Antocol 70 WP (propined 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air sampai air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.

 

Analisis Usaha

Perkiraan analisis usaha pertanian tanaman durian seluas 1 ha.

Biaya produksi.

1. Tanah 1 ha @ m 2 x Rp. 15.000,- Rp. 15.000.000,-

2. Bibit :150 pohon @ Rp. 50.000,- Rp. 7.500.000,-

3. Pupuk

  • Pupuk kandang: 9500 kg @ Rp. 60,- Rp. 570.000,-
  • UREA: 1400 kg @ Rp. 1.600,- Rp. 2.240.000,-
  • TSP: 1400 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 2.100.000,-
  • KCl: 1400 kg @ Rp. 1.600,- Rp. 2.240.000,-
  • NPK: 1400 kg @ Rp. 2.800,- Rp. 3.920.000,-
  • Hormon/mineral: 70 liter @ Rp. 3.500,- Rp. 245.000,-

4. Obat dan pestisida

  • Insektisida: 150 liter @ Rp. 5.000,- Rp. 750.000,-
  • Fungisida: 150 liter @ Rp. 5.000,- Rp. 750.000,-

5. Alat dan bangunan

  • Bangunan dan sumur Rp. 2.500.000,-
  • Alat semprot: 2 unit @ Rp. 75.000,- Rp. 150.000,-
  • Cangkul: 2 buah @ Rp. 5.000,- Rp. 10.000,-
  • Sabit: 2 buah @ Rp. 3.500,- Rp. 7.000,-
  • Garpu: 2 buah @ Rp. 3.000,- Rp. 6.000,-
  • Golok: 2 buah @ Rp. 7.500,- Rp. 15.000,-
  • Gunting pangkas: 3 buah @ Rp. 5.000,- Rp. 15.000,-
  • Gergaji pangkas: 2 buah @ Rp. 6.000,- Rp. 12.000,-
  • Ember: 5 buah @ Rp. 3.000,- Rp. 15.000,-

6. Tenaga kerja tetap

  • Upah 5 bok 12 x 2 orang x Rp. 30.000,- Rp. 3.600.000,-
  • Pakaian 5 x Rp. 45.000,- Rp. 225.000,-
  • THR 5 x Rp. 25.000,- Rp. 125.000,-

7. Tenaga kerja lepas

  • Membuat lubang tanam 15 OH @ Rp. 3.000,- Rp. 45.000,-
  • Memupuk dan menanam 25 OH @ Rp. 3.000,- Rp. 75.000,-
  • Jumlah biaya produksi Rp. 42.115.000,-

Pendapatan

  1. Tahun ke-5 produk ke 1 = 25/100 x 150 x 30 x Rp. 30.000= Rp. 33.750.000,-= Rp. 33.750.000 – Rp.42.115.000 – Rp. 8.365.000,-
  2. Tahun ke-6 produk ke 2 =25/100 x 150 x 60 x Rp. 30.000= Rp. 67.500.000,-= Rp. 67.500.000 – (Rp.8.365.000 + Rp. 16.765.000) – Rp. 42.370.000
  3. Pada tahun ke-7 keuntungan sudah dapat menutupi investasi yang dikeluarkan

Investasi rata-rata/pohon durian: Rp. 175.096,66